Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

CARA MENGHILANGKAN PIKIRAN NEGATIF

Hal yang paling mengganggu dan memberi dampak negatif dalam kehidupan kita sebenarnya berasal dari pandangan buruk terhadap diri anda sendiri. Kadang kita terlalu keras menghukum dan merendahkan diri kita sendiri atas kejadian-kejadian buruk yang menimpa diri kita atau pun orang lain.

Berikut ada beberapa Tips menghilangkan sifat negatif tersebut :
1.HIDUP DI SAAT INI.
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.
2.KATAKAN HAL POSITIF PADA DIRI SENDIRI
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.
3.PERCAYA PADA KEKUATAN PIKIRAN POSITIF
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.
4.JANGAN BERDIAM DIRI.
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.
5.FOKUS PADA HAL-HAL POSITIF.
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.
6.BERGERAKLAH
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.
7.HADAPI RASA TAKUTMU
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.
8.COBA HAL-HAL BARU
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan "ya" pada kehidupan Anda, membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.
9.UBAH CARA PANDANG
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.

Minggu, 17 Juli 2011

FATIGUE DAN BOREDOM DALAM OLAHRAGA

PENGERTIAN FATIGUE dan BOREDOM

1. Fatigue (Kelelahan)

Lelah (fatigue), istilah lelah atau kelelahan biasanya dihubungkan dengan lemahnya atau menghilangnya kemampuan orang untuk mengadakan reaksi terhadap rangsang.

Demikian pula muscular fatigue atau lelah otot adalah lemahnya atau menghilangnya kemampuan otot untuk mengadakan reaksi terhadap rangsang.

Kelelahan dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu lelah mental dan lelah fisik. Lelah mental biasanya disebabkan karena kerja mental, sedangkan lelah fisik karena pekerjaan otot.

Akan tetapi dalam olahraga, fatigue biasanya adalah gabungan dari lelah otot dan lelah mental, sehingga dapat dikatakan bahwa kelelahan dalam olahraga adalah suatu mind-body unity. Fatigue juga timbul karena dalam tubuh kita terjadi perubahan-perubahan mental fisik (psichophysical) yang disebabkan oleh aktivitas-aktivitas yang kita lakukan, sehingga dengan demikian kapasitas untuk melakukan aktivitas-aktivitas selanjutnya berkurang atau hilang sama sekali. Perubahan-perubahan tersebut biasanya terjadi sewaktu aktivitas itu sedang berlangsung. Akan tetapi, aspek-aspek mental-emosional yang dialami atlet sebelum aktivitas tersebut, dan sering dirasakan sebagai gangguan oleh atlet, dapat pula menimbulkan rasa lelah pada atlet.

Lelah fisik, yaitu lelah dalam pusat-pusat motorik, dapat mempengaruhi pusat-pusat sensoris kita; dan pengaruhnya adalah, pekerjaan otot yang berat akan mempengaruhi pusat saraf kita, sedang sebaliknya pekerjaan yang cukup (moderat) akan dapat menaikkan tugas dari pusat saraf. Oleh karena itu, latihan-latihan fisik di sekolah-sekolah sebaiknya diberikan sedemikian rupa sehingga jangan mengganggu pelajaran-pelajaran intelektual di kelas. Ativitas-aktivitas selama sekolah berlangsung sebaiknya jangan terlalu berat dan memakan waktu terlalu lama. Akan tetapi sebaliknya, jangan pula terlalu ringan agar kerja fisik tersebut menjadi rangsang untuk kapasitas keraja mental atau intelektual. Aktivitas-aktivitas berat sebaiknya dilakukan diluar jam sekolah, misalnya di sore hari setelah tidak ada kelas lagi.

2. Boredom (Kebosanan/ Rasa bosan)

Kalau seseorang merasa terpaksa untuk mengikuti atau melakukan pekerjaan fisik, mental, atau sosial tanpa tujuan yang jelas, sehingga tidak bisa menggugah perhatiannya atau interess-nya, maka dia biasanya merasa sukar untuk melanjutkan pekerjaannya atau aktivitasnya. Perasaan ini biasanya disebut boredom (bosan, jemu, ogah).

Boredom akan mempercepat datangnya lelah, karena orang itu merasa capek melakukan aktivitas yang membosankan itu, dan karena nafsu untuk meneruskan pekerjaan menjadi hilang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perasaan lelah demikian, yang timbulnya karena kurangnya pehatian dan minat dalam melakukan pekerjaan itu, tidaklah dapat disebut sebagai lelah yang sebenarnya atau true fatigue. Sebab apabila orang itu digugah lagi perhatiannya dalam pekerjaaannya, tanda-tanda lelah itu akan menghilang. Karena itu fatigue yang didasarkan pada boredom ini disebut lelah semu/ palsu atau pseudo-fatigue.

Melalui ilustrasi dibawah ini mungkin gambaran pseudo dan true fatigue akan bisa menjadi lebih jelas. Didalam suatu ruangan kantor bekerja empat orang pegawai pria. Pada permulaan bekerja dikantor itu, mereka merupakan pegawai-pegawai yang bersemangat. Akan tetapi pekerjaan rutin sehari-harinya lama kelamaan tidak dapat lagi mengggah perhatian mereka, oleh karena itu mereka merasa cepat lelah dan bosan, mengherankan perasaan demikian segera hilang setelah majikan mereka yang cerdik menempatkan seorang pegawai yang cantik di ruang itu. Malah mereka seringkaali masuk kantor terlalu pagi dan pulang terlalu sore. Kita lihat disini bahwa rasa lelah mereka adalah rasa lelah palsu. Boredom dapat pula dikurangi atau dihindari apabila pekerjaan itu dibuat menarik sehingga menimbulkan perhatian, rangsangan, motivasi, dan interesse bagi yang melakukan pekerjaan tersebut. Demikian pula, boredom dapat dikurangi apabila pada waktu sedang bekerja, orang memikirkan sesuatu yang menarik atau yang menyenangkan, misalkan msuik yang menyegarkan.

Suasana boredom ini bisa juga terjadi di olahraga. Kadang-kadang terjadi, bahwa atlet-atlet yang kurang prestasinya, atau sebaliknya atlet yang berpotensi sekalipun, tiba-tiba meninggalkan olahraganya tanpa alasan-alasan yang jelas. Malah ada yang sama sekali tidak mau lagi melakukan cabang olahraganya atau cabang olahraga lainnya. Mengapa ?

Drop out ini biasanya disebabkan karena boredom, dan alasan-alasan yang dikemukakan umumnya adalah :

1. Tidak memperoleh kesenangan lagi dalam cabang olahraga itu.

2. Latihan-latihan yang rutin-monoton.

3. Merasa terlalu sering mendapat teguran-teguran, baik dari pelatih maupun dari teman-teman seregunya.

4. Tidak pernah dimasukkan dalam tim inti, sehingga tidak pernah diberi kesempatan bertanding, melawat ke lain kota, dan sebagainya.

5. Tidak mampu menghadapi stress-stress pertandingan.

6. Tidak mendapat dukungan (fisik maupun mental) dari pelatih atau orang tua.

7. Hubungan yang tidak menyenangkan dengan pelatih.

8. Merasa tidak ada tantangan dalam latihan; atau kehilangan tantangan atau dorongan.

9. Terlalu sering mengalami situasi-situasi yang kurang menyenangkan.

Biasanya kemungkinan peluang untuk membikin mereka tergugah lagi dalam olahraga, atau mengatasi rasa boredom, sangat kecil. Akan tetapi, meskipun demikian usaha-usaha untuk menggugah minat pada mereka harus tetap dilakukan. Langkah-langkah yang bisa dilakukan atlet adalah :

1. Melupakan untuk sementara segala sesuatu yang berhubungan dengan olahraga.

2. Melakukan olahraga, pada cabang olahraga lainnya yang kira-kira memberikan kesenangan dan kepuasan.

3. Melakukan kegiatan rekreatif, pergi ke gunung, fartlek didaerah yang pemandangannya menyejukkan, piknik, dan sebagainya.

4. Kalau boredom belum “parah” dan baru mulai nampak gejala-gejalanya turunkan intensitas latihan, ciptakan suasana gembira dalam latihan, hindari tes-tes dan pertandingan-pertandingan.

5. Minta nasehat kepada ahli psikiatri.

Rabu, 06 Juli 2011

efek psikis yang ditimbulkan PORNOGRAFI


Diakui atau tidak, sebetulnya tidak satu orang pun yang menganggap pornografi itu baik dinikmati setiap saat. Selalu akan ada konflik di dalam dirinya saat seseorang mulai melihat pornografi. Konflik ini akan menimbulkan rasa bersalah pada seseorang. Namun kebiasaan yang terus dipupuk, akan menutup rasa bersalah tersebut kemudian orang tersebut akan menganggap kecanduan pornografi itu adalah hal yang wajar. Seperti contoh ketika ada seorang remaja mengakses pornografi di internet, pada awalnya takut, rasa bersalah, dan berdebar-debar, namun pada akhimya setelah terbiasa, hal semacam ketakukan akan hilang dan dianggap wajar.
Rasa bersalah yang selalu ditumpuk akan menggerogoti kesehatan jiwa. Apalagi jika norma yang dipahami orang tersebut sangat tinggi, maka kepribadiannya akan terpecah. Mungkin pernah ditemui seseorang yang baik-baik saja, bahkan terkesan sangat alim, di pagi hari. Akan tetapi, di siang hari dia bagai singa kelaparan, yang mengejar hal-hal pornografi guna memenuhi nafsu orang tersebut.
Dalam psikologi juga ditemukan bahwa mengintip (pepping) orang yang sedang melakukan hubungan suami-istri adalah suatu gangguan. Sehingga jelas bahwa orang yang suka dengan pornografi pun termasuk dalam gangguan tersebut.
Kalau menengok faktor lain, akan nampak bahwa orang yang sangat menyukai pornografi adalah seseorang yang sebenarnya memiliki persoalan hidup yang tidak selesai. Perilakunya menikmati pornografi hanyalah seperti permukaan gunung es saja. Bagaimana jadinya jika seseorang tidak menyelesaikan masalahnya namun malah berkubang di masalah lainnya? Tentu hidupnya tidak akan nyaman dan dapat mengalami gangguan kecemasan dan akan sulit dalam beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Hal tersebut juga mengakibatkan seseorang tidak stabil secara emosi. Tentu saja ini dapat dipahami karena orang dengan kecanduan situs jejaring facebook saja bisa menjadi tidak sabar saat menghadapi realita, apalagi orang yang kecanduan pornografi. Memang kecanduan pornografi adalah kecanduan yang paling sulit diubah karena hal-hal yang terkait dengan seksual memang sangat manusiawi, untuk segala usia.
Bagi remaja yang suka dengan pornografi, ia akan mengalami kesulitan berkonsentrasi di dalam belajar. Sudah dapat diprekdisikan hasilnya, pasti akan membuat mereka tidak berprestasi dan gagal dalam hal akademis dan karier. Di dalam pikirannya akan selalu terbayang hal-hal porno yang pernah mereka lihat sebelumnya, seperti pornografi di intemet, VCD, buku bacaan dan lain sebagainya.
Efek lainnya adalah, bagi suami dan istri yang kecanduan pornografi akan dihinggapi rasa kurang percaya diri. Mereka akan kesulitan dalam melakukan hubungan suami-istri jika tidak terlebih dahulu melihat hal-hal yang berbau pornografi. Efek yang mendalam adalah bagi sang istri. la akan mengalami luka di hatinya, karena merasa tidak dapat lagi menarik hati sang suami. Jika suami mau melakukan hubungan intim, itu bukan berarti suami mengasihi istri, tetapi hanya karena terangsang akibat pornografi. Dalam hal ini, keutuhan rumah tangga benar-benar menjadi taruhannya!
Perlu diketahui bahwa pornografi akan membuat seseorang bernafsu tinggi, yang membuat kehancuran di dalam dirinya sendiri. Bukan hanya diri sendiri yang hancur, tetapi pasangan pelaku pornografi juga akan terkena dampaknya pula. Hal ini karena pornografi bisa menghilangkan kealamiahan sebuah hubungan suami-istri yang normal. Pornografi sebagai penghangat hubungan suami istri merupakan alasan untuk membenarkan perilakunya. Padahal hubungan suami-istri yang sehat adalah berlandaskan kasih dan keterbukaan. Bukan berlandaskan nafsu semata. Mungkin bisa dibayangkan, apa jadinya keturunan yang merupakan hasil dari hawa nafsu semata?
Dari pemaparan beberapa dampak negatif pornografi di atas, nampak bahwa pornografi sebenamya sesuatu yang dapat merusak diri sendiri dan orang lain. Maka sangat jelas bahwa dampak dari pornografi merupakan suatu dampak negatif yang tidak hanya dapat dilihat dari tindak kejahatan kepada orang lain, tetapi juga karena merugikan diri sendiri. Untuk itulah diperlukan adanya penanganan serius dalam hal pornografi.